Ini Juga akan Berlalu

Makna sak madyo yang sering diajarkan Agana Islam yang saya anut walaupun terkesan remeh temeh tapi benar adanya.

Kita wajib dan harus bisa menentukan batas, batas kepuasan, batas keinginan, batas kesedihan dan batas kebahagian.  Karena segala sesuatu ini sudah ter GRAND DESIGN sangat indah, begitu indah.

Allah SWT sudah merancang dengan begitu perfect. Kita tidak perlu terlalu dalam baik dal sedih, bahagia, bangga, tangisan. Semua mari di perlakukan secukupnya dengan kadar yang pas. Dengan begitu yang bisa kita rasakan hanyalah hidup yang semeleh dan nggak ngoyo2 nemen tapi juga tidak santai2 nemen.

Kita kerjakan “bagian” kita sebaik-baiknya dan begitupun Allah sudah doing the best hal-hal yang tidak bisa kita atur.

Tetap tenang tetap fokus tetap bahagia
Tetap tenang tetap fokus tetap bahagia

Itulah kenapa Islam sangat mengajarkan dan menekankan Ikhlas, apapun itu.. Ikhlas.. semeleh… maka hal yang akan kita terima, feedback yang kita dapatkan adalah tenang dan kepasrahan.

Sedih, Bahagia itu hanya proses2 yang memang kita akan merasakan dalam kehidupan dunia ini.. Apa yang ada didunia ini menurut apa yang telah kita ketahui bahwa tidak apa-apanya dibandingkan dengan akhirat kelak. Begitupun dengan segala pengetahuan yang ada didunia ini, seperti tertuang dalam Firman Allah dalam Al-Quran, tepatnya dalam surat 18. Al-Kahfi ayat 109 :

“Katakanlah : “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Rabbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”

Dan begitu pula dalam surat 31. Luqmaan ayat 27 :

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Yang kurang lebih, perbandingan ilmu Allah dengan ilmu manusia ibarat setetes air diatas lautan samudera yang luas. Artinya kita (manusia) berpikir sampai mentok pun itu hanya setetes air. Kita menghayal seaneh apa pun, itu hanya setetes air.

Nah.. jadi mari kita belajar Ikhlas… belajar memahami  dan menikmatinya dari segala sesuatu itu sudah terangkum dalam Grand Design nya..

Tak ada Kesedihan dan Kebahagian Abadi… dan mari kita gapai kehidupan akhirat yang abadi…

Monggo yang di @DesaPonjong dan sekitarnya merapat di Sabtu 15 April 2017 besok di Balai Desa Ponjong ada Pengajian Tombo Ati bersama Pak Dokter dengan tema

Masuk Surga Bersama-sama

Notes: Ide awal tulisan ini adalah dari Lagu SIA yang berjudul Broken Glass, kemudian coretan menjadi kemana-mana. Lagu SIA Broken Glass sendiri sebenarnya menurut “data” adalah lagu yang diciptakan untuk penyanyi lain ada sumber mengatakan Demi Lovato atau Katy Perry tapi ditolak kemudian di dendangkan sendiri 🙂

BONUS

Lirik dan Arti dan Makna Lagu Broken Glass – SIA

BROKEN GLASS by SIA

Lay down your arms
Turunkan tanganmu
I don’t wanna fight anymore
Aku tak ingin bertarung lagi
Rough seas will be calm
Lautan berombak akan menjadi teduh
Hold on while we weather the storm
Bertahanlah sambil kita lalui badai ini

We fall down like dogs playing dead
Kita jatuh seperti anjing berpura-pura mati
But our love’s not worth playing chicken with
Namun cinta kita tak pantas untuk diadu nyali

I’m not discarding you like broken glass
Aku takkan membuangmu seperti kaca pecah
There are no winners when the die is cast
Tak ada yang menang ketika keputusan sudah mutlak (untuk berpisah)
There’s only tears when it’s the final chance
Yang ada hanya air mata di kesempatan terakhir
So don’t give up, it’s just young lovers’ romance
Jadi jangan menyerah, ini hanyalah romantika kekasih muda

This too shall pass
Ini pun akan berlalu
We’re right where we’re meant to be
Kita sudah berada di posisi yang seharusnya
There’s things I don’t ask
Ada hal-hal yang takkan kupertanyakan
What I don’t know can’t hurt me
Apa yang tak kuketahui tak bisa melukaiku

We fall down like dogs playing dead
Kita jatuh seperti anjing berpura-pura mati
But our love’s not worth playing chicken with
Namun cinta kita tak pantas untuk diadu nyali

I’m not discarding you like broken glass
Aku takkan membuangmu seperti kaca pecah
There are no winners when the die is cast
Tak ada yang menang ketika keputusan sudah mutlak (untuk berpisah)
There’s only tears when it’s the final chance
Yang ada hanya air mata di kesempatan terakhir
So don’t give up, it’s just young lovers’ romance
Jadi jangan menyerah, ini hanyalah romantika kekasih muda
Don’t give up, it’s just young lovers’ romance
Jangan menyerah, ini hanyalah romantika kekasih muda

src: GPlus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *